√ 4 Contoh Proposal Kegiatan Yang Baik & Cara Membuatnya

Contoh Proposal - Cara membuat dan contoh proposal kegiatan sekolah dan kampus, pentas seni, bantuan dana, 17 agustus singkat yang baik dan benar terbaru 2018. Berdasarkan asal katanya, proposal berarti usulan. Proposal berisi gambaran dasar mengenai sesuatu yang ingin diwujudkan, apa latar belakangnya, bagaimana ia akan dilaksanakan, siapa yang akan melaksanakan, dan apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkannya. Itu artinya, proposal harus berisi usulan yang bersifat realistis atau sangat mungkin diwujudkan.

Biasanya ada sistematika tertentu dalam pembuatan sebuah proposal, sementara banyak orang yang tidak mengetahuinya. Tidak ada aturan baku sebenarnya. Cara terbaik untuk memahami sistematika yang umum digunakan di dalam sebuah proposal adalah dengan melihat contoh proposal yang pernah dibuat.
Proposal dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, sebagian besar di antaranya ditujukan untuk mendapatkan bantuan dana atau penawaran kerja sama. Di dunia akademik, lazim dikenal proposal penelitian. Proposal penelitian bisa berupa proposal yang bertujuan untuk mendapatkan bantuan dana penelitian atau hanya sekedar untuk mendapatkan pengesahan agar sebuah penelitian boleh dilaksanakan [r, y, u, i].

Contoh Proposal Kegiatan


Contoh Proposal

Tujuan utama proposal kegiatan adalah untuk mendapatkan bantuan dana. Proposal kegiatan tentunya dibuat atas nama organisasi tertentu, seperti Karang Taruna, OSIS, dan Organisasi Intra Kampus. Proposal ini diajukan kepada pihak mana saja yang mungkin menaruh perhatian terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan sehingga mereka akan memberikan bantuan dana.

Proposal kegiatan harus menguraikan detail rencana kegiatan hingga biaya kegiatan. Ada baiknya melihat contoh proposal bantuan dana yang pernah dibuat oleh pengurus periode sebelumnya [r, t, y, u, i].

Sebagai gambaran untuk sistematika proposal. Berikut format contoh proposal kegiatan sekolah:

1. Halaman Sampul

Halaman sampul berisi jenis kegiatan, tema kegiatan, logo kegiatan, penyelenggara kegiatan, alamat sekolah, dan tahun kegiatan.

2. Halaman Pengesahan

Halaman pengesahan terdiri dari tanda tangan sekretaris panitia (beserta stempel), ketua panitia, sekretaris OSIS (beserta stempel), Ketua OSIS, Guru Pembina Osis, dan Kepala Sekolah (beserta stempel).

3. Pendahuluan

Pendahuluan berisi gambaran mengenai kegiatan. Sampaikan alasan dan arti penting kegiatan tersebut dilaksanakan. Misalnya, bila hendak melaksanakan kegiatan pentas seni, sampaikan mengapa pentas seni penting dilaksanakan sebagai wadah ekspresi seni siswa. Sampaikan juga mengapa sebuah tema kegiatan diambil.

4. Nama dan Tema kegiatan

Berisi nama dan tema kegiatan.

5. Tujuan Kegiatan

Sampaikan untuk apa kegiatan dilaksanakan, apa hasil yang diharapkan dari kegiatan.

6. Tempat dan Waktu Kegiatan

Di mana kegiatan dilaksanakan dan kapan dilaksanakan.

7. Target peserta

Siapa yang akan menjadi peserta di dalam kegiatan dan berapa jumlahnya.

8. Jadwal kegiatan

Bagian ini berisi jadwal kegiatan secara rinci, mulai dari pembukaan sampai penutupan. Bagian ini biasanya dilampirkan. Jika ingin dilampirkan, tuliskan saja kata ‘terlampir’ di bawah subjudul.

9. Struktur Panitia

Berisi nama-nama orang yang terlibat di dalam kepanitiaan, mulai dari pelindung kegiatan, pembina, penanggung jawab, hingga divisi-divisi. Bagian ini biasanya terlampir.

10. Rencana Anggaran

Berisi rincian rencana pemasukan dan pengeluaran kegiatan. Cantumkan setiap item yang dibutuhkan secara rinci dan realistis. Bagian ini biasanya terlampir [r, t, y, u, i].

11. Penutup

Bagian ini merupakan paragraf penutup dalam proposal.

12. Lampiran-lampiran

Lampiran berisi bagian-bagian yang tidak disebutkan secara rinci di bagian sebelumnya, seperti jadwal kegiatan, struktur kepanitiaan, dan rencana anggaran

Baca juga : Contoh Surat Lamaran Kerja

Contoh Proposal Kegiatan Usaha


Contoh Proposal

Proposal usaha juga bisa ditargetkan untuk mendapatkan dana atau menjalin kerja sama usaha dengan pihak lain. berikut contoh format contoh proposal usaha:

1. Halaman Judul/Sampul

Halaman sampul terdiri judul yang berisi jenis usaha yang akan dibuat atau sedang dijalankan. Misalnya, untuk contoh proposal usaha makanan, tuliskan di bagian atas tengah jenis usaha makanannya secara detail, seperti “Proposal Usaha Makanan Tradisional”. Cantumkan juga logo (jika ada), nama organisasi usaha, alamat tempat usaha, dan tahun pembuatan proposal (opsional).

2. Halaman Pengesahan

Halaman pengesahan berisi pengesahan berupa tanda tangan dan stempel dari pihak-pihak berwenang yang mengetahui keberadaan usaha. Beberapa perangkat yang perlu menandatangani dan memberikan stempel adalah Ketua RT, Ketua RW, Lurah/Kepala Desa, dan Camat.

3. Pendahuluan

Bagian pendahuluan berisi:

a. Deskripsi singkat mengenai usaha yang akan atau sedang dijalankan. Jika usaha merupakan usaha yang sedang dijalankan, sampaikan bagaimana status usaha, apakah usaha baru didirikan atau sudah lama berjalan namun butuh pengembangan.

b. Deskripsi singkat mengenai latar belakang usaha.

4. Nama Usaha

Berisi nama usaha yang akan atau sedang dijalankan.

5. Rencana Lokasi

Berisi rencana tempat yang akan dijadikan lokasi usaha.

6. Target Usaha

Sampaikan secara rinci target pasar yang diharapkan akan membeli produk hasil usaha dan mengapa mereka sangat mungkin membeli produk tersebut.

7. Metode pelaksanaan usaha

Sampaikan secara detail bagaimana usaha akan dijalankan, mulai dari pemerolehan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi produk.

8. Rencana Anggaran

Berisi rincian anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha, baik bahan baku, sewa tempat, pembelian alat, hingga biaya pemeliharaan alat. Bagian ini bisa dilampirkan [r, t, y, u, i].

9. Organisasi Usaha

Deskripsikan siapa saja yang terlibat di dalam usaha itu dan bagaimana strukturnya. Bagian ini biasanya dilampirkan.

10. Potensi Usaha

Jelaskan bagaimana potensi usaha yang akan dibuat. Sampaikan seberapa tinggi peluang usaha mendapatkan keuntungan maupun perluasan usaha.

11. Lampiran-lampiran

Di bagian ini dilampirkan rincian yang tidak disertakan di dalam bagian-bagian sebelumnya, seperti:

· Rencana anggaran
· Struktur organisasi usaha
· Denah yang menunjukkan lokasi usaha
· Surat pendirian usaha (jika sudah berdiri)
· Identitas pemilik usaha, seperti NPWP dan KTP.

Proposal usaha bisa merupakan proposal penawaran kerja sama. Bila proposal ditujukan untuk menjalin kerja sama, maka ada beberapa hal yang perlu diperinci lebih lanjut.

Baca juga : Contoh CV

Contoh Proposal Kegiatan Penelitian


Contoh Proposal

Proposal ini khususnya digunakan dalam dunia akademik. Di antara beragam jenis proposal penelitian, termasuk di antaranya proposal tugas akhir mahasiswa, apakah itu skripsi, tesis atau disertasi. Proposal ini menjadi dasar apakah sebuah penelitian layak atau tidak diteliti. Proposal harus dibuat secermat mungkin, karena penelitian dan laporan penelitian nantinya harus sesuai dengan apa yang direncanakan di dalam proposal, kecuali ada hal-hal yang tidak terduga.

Setiap lembaga biasanya menyediakan contoh proposal penelitian khusus sebagai panduan bagi mereka yang ingin mengajukan proposal penelitian kepada lembaga tersebut.  Sebagai contoh, seorang mahasiswa S1 yang hendak mengajukan proposal penelitian skripsi, terlebih dahulu harus membaca panduan penulisan skripsi yang dikeluarkan oleh jurusannya. Di dalam panduan ini biasanya akan terdapat format contoh proposal skripsi. Mahasiswa perlu mengikuti aturan penulisan sebagaimana yang tercantum di dalam panduan tersebut [r, t, y, u, i].

Contoh Proposal Kegiatan Penawaran


Contoh Proposal

Berikut ini beberapa tambahan untuk contoh proposal penawaran:

· Bagi hasil

Berisi penawaran pembagian hasil antara pengaju proposal dengan pemberi modal, termasuk berapa perkiraan pendapatan perbulannya.

· Biaya penyusutan

Berkaitan dengan status aset milik pemodal jika nilai barang menjadi rusak atau susut.

· Surat perjanjian

Berkaitan dengan perjanjian legal antara pengelola dan pemodal mengenai kesepakatan usaha.

· Strategi promosi

Berisi bagaimana pengelola akan melakukan promosi agar produknya dapat terjual.

Perlu ditekankan bahwa beberapa format contoh proposal di atas tidaklah baku. Artinya, pengaju proposal dipersilakan membuat proposal sesuai dengan kreativitas masing-masing dan keperluannya. Yang terpenting, proposal harus dibuat secara realistis agar proposal yang diajukan dapat disetujui.

Cara Membuat Proposal Usaha Yang Baik Dan Benar Terbaru 2018


Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif hari ini, kemampuan Anda untuk menulis proposal yang kuat bisa berarti kehidupan atau kematian bisnis Anda. Ketika instansi pemerintah dan perusahaan-perusahaan besar harus membeli produk atau jasa dari sumber luar, mereka sering merilis apa yang disebut Permintaan Proposal/Request For Proposal (RFP), dokumen resmi menguraikan kebutuhan mereka. Tawaran untuk pekerjaan, Anda harus menyerahkan proposal, yang akan menjelaskan bagaimana perusahaan Anda akan bertemu kebutuhan klien dan harus meyakinkan klien untuk menyewa perusahaan Anda, bukan pesaing.

Jangan meninggalkan kesuksesan bisnis Anda dengan membuang kesempatan emas. Ikuti langkah berikut untuk menulis proposal dengan baik dan benar:

1. Studi persyaratan untuk proposal


Menulis proposal yang baik dimulai dengan pemahaman yang jelas tentang kebutuhan klien. Baca RFP secara menyeluruh. Ketika Anda membaca, tanyakan pada diri sendiri, Apakah tujuan perusahaan ini? Apakah peran saya dalam mencapai tujuan ini? Apakah kerangka waktu, anggaran dan ruang lingkup yang wajar? Dan jika kita sedang diberikan kontrak, memikirkan tentang masalah waktu, keahlian dan sumber daya untuk menyelesaikan proyek?

Selanjutnya, menentukan apakah ingin melanjutkan. Menyiapkan proposal ini akan memerlukan banyak waktu dan usaha dalam penelitian, analisis kebutuhan klien dan menulis, dan Anda dapat memutuskan untuk menunggu kesempatan yang lebih baik.

2. Memahami klien untuk proposal


Jika Anda tidak mengerti masalah klien, Anda pasti tidak mengusulkan sebuah metodologi yang akan memecahkan masalah. Banyak kali klien atau klien potensial akan berkata, ini adalah apa yang kita cari. Tapi ketika Anda mulai meneliti, Anda menemukan bahwa itu bukanlah apa yang mereka cari sama sekali.

Cara terbaik untuk memahami apa yang klien benar-benar butuhkan adalah untuk berbicara dengan mereka. Meminta orang-orang dalam organisasi tentang keprihatinan mereka, kebijakan operasi mereka dan filosofi manajemen mereka. Temukan jika setiap upaya sebelumnya telah dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan yang diuraikan dalam RFP dan mengapa solusi sebelumnya mereka tidak bekerja. Tanyakan apa yang mereka suka dan tidak suka tentang berurusan dengan konsultan seperti dirimu sendiri dan apa kriteria yang mereka akan menggunakan untuk mengevaluasi proposal Anda.

Anda juga akan ingin mendapatkan beberapa informasi umum tentang organisasi dan industri didalamnya. Mengajukan pertanyaan seperti ini: Berapa lama perusahaan ini melakukan bisnis? Apa yang produk atau jasa utama mereka? Apakah perusahaan ini lebih baik atau lebih buruk daripada pesaingnya? Bagaimana posisi keuangan perusahaan?

Jika Anda tidak dapat berbicara dengan karyawan, melakukan riset sekunder. Mengunjungi perpustakaan atau periksa dengan rekan-rekan yang telah bekerja untuk organisasi yang sama; Itu upaya yang bagus. Penelitian ini dapat menyelamatkan Anda dari mengusulkan taktik yang telah mencoba atau tidak dapat diterima kepada klien untuk alasan lain. Anda juga dapat menemukan beberapa masalah mendasar yang tidak dibahas dalam RFP dan perlu dipertimbangkan [r, t, y, u].

3. Mengembangkan metodologi untuk proposal


Setelah tujuan klien Anda adalah jelas diidentifikasi, saatnya untuk mengembangkan langkah-langkah atau metodologi yang diperlukan untuk mencapai mereka. Jika Anda mengalami kesulitan dengan hal itu, gunakan saran berikut.

"Saya dan mitra saya berkumpul dan mendiskusikan hal jenis apa yang klien kami butuhkan dan dalam rangka apa," kata sang Ahli. "Itu akan berbeda bagi setiap klien kami, tergantung pada apakah mereka fokus lebih pada layanan pelanggan atau penghematan biaya. Kita kemudian kustom-desain intervensi yang khusus untuk organisasi mereka."

Untuk memastikan bahwa metodologi Anda praktis, menganalisis biaya dan manfaat, serta waktu dan sumber daya yang dibutuhkan.

4. Mengevaluasi solusi untuk proposal


Anda mungkin telah mengembangkan metodologi yang brilian, tapi jika itu tidak dapat diterima untuk klien Anda, Anda akan perlu untuk menemukan solusi alternatif. Anda harus memahami orientasi pembuat keputusan. Anda harus tahu persis apa latar belakang mereka, dan bagaimana mereka memandang proyek khusus ini. Sebagai contoh, mencari tahu apakah orang berorientasi finansial atau berorientasi operasi. Anda kemudian harus menjelaskan manfaat dari solusi Anda dengan cara yang akan menerima evaluasi paling menguntungkan dari pembuat keputusan.

Anda juga harus mengevaluasi solusi Anda sesuai dengan kriteria yang diuraikan dalam RFP. Misalnya, jika proposal Anda sedang dievaluasi pada waktu harga dan penyelesaian, solusi yang panjang, mahal tidak mungkin untuk memenangkan kontrak perusahaan Anda.

5. Lebihi pesaing Anda untuk proposal


Jangan lupa bahwa proposal adalah sebuah dokumen penjualan, yang dirancang untuk meyakinkan klien untuk menyewa perusahaan Anda bukan pesaing. Jadi pastikan proposal Anda memperkuat kekuatan perusahaan Anda dan alamat pemesanan potensial klien dapat memiliki tentang mempekerjakan Anda.

Jika pesaing Anda adalah perusahaan yang jauh lebih besar daripada milikmu, maka Anda punya untuk menunjukkan kekuatan Anda. Mungkin Anda mengkhususkan diri dalam bidang klien atau dapat fokus intens pada pemecahan masalah mereka.

Untuk benar mempresentasikan kekuatan Anda, Anda harus tahu bagaimana Anda menyimpulkan terhadap persaingan. Jika Anda beruntung, klien akan membocorkan nama pesaing Anda, menggambarkan apa sebenarnya mereka seperti untuk bekerja dengannya dan menawarkan pendapat kemampuan pesaing Anda.

6. Menulis Proposal


Sekarang bahwa Anda telah menyelesaikan langkah kelima, sebagian besar pekerjaan dilakukan. Semua yang tersisa adalah merakit informasi ke dalam proposal format, jadi kita akan merujuk kembali ke pekerjaan Anda selesai di langkah sebelumnya.

Jika RFP (Request For Proposal) menentukan format proposal Anda, mengikutinya secara persis. Jika tidak ada format ditetapkan, merekomendasikan judul berikut digunakan:

A. Situasi. Menjelaskan masalah yang memotivasi organisasi untuk mengeluarkan RFP atau latar belakang. Bagian ini akan dikompilasi dari informasi latar belakang yang diuraikan dalam RFP, serta dari penelitian Anda tampil di langkah 2.

B. Tujuan. Jelas menjelaskan tujuan dari proposal Anda. Anda dirumuskan dalam langkah 2, berdasarkan RFP dan pemahaman Anda tentang organisasi dan masalah-masalah mereka.

C. Metodologi yang diusulkan. Menjelaskan setiap langkah-langkah yang direkomendasikan, dikembangkan di langkah 3, yang akan memimpin organisasi untuk memenuhi tujuan mereka.

D. Waktu dan biaya. Benar-benar menjelaskan waktu dan biaya persyaratan untuk setiap langkah dalam metodologi, berdasarkan perhitungan Anda dari langkah 3. Bagian ini juga harus menentukan bagaimana Anda akan penagihan klien, dan kapan pembayaran akan diharapkan.

E. Kualifikasi. Sepenuhnya menjelaskan mengapa Anda adalah perusahaan terbaik untuk pekerjaan ini. Informasi ini akan didasarkan pada kekuatan kompetitif dan kriteria evaluasi proposal tersebut, yang Anda mengembangkan di langkah 5.

F. Manfaat. Mendiskusikan banyak manfaat klien akan menerima dengan menerapkan rekomendasi Anda. Bagian ini didasarkan pada manfaat yang diidentifikasi dalam langkah 4.

7. Terapkan sentuhan akhir


Meninjau proposal dengan hati-hati untuk memastikan itu benar-benar memenuhi persyaratan yang ditetapkan di RFP. Pastikan informasi ini diatur secara logis. Akhirnya, pilih seseorang yang Anda percaya mengoreksi proposal untuk mengevaluasi kesalahan ejaan dan tata bahasa.

Banyak kontrak diberikan semata-mata pada kualitas proposal, jadi jangan biarkan ceroboh dalam menulis atau kesalahan yang ceroboh dapat merusak proposal yang pada dasarnya sangat bagus.

Untuk memastikan bahwa proposal yang selesai terlihat profesional mungkin, mencetaknya pada kertas berkualitas dan memiliki salinan akhir profesional terikat. Kemudian bersiap-siap untuk menempatkan solusi usulan Anda ke dalam tindakan.
√ 4 Contoh Proposal Kegiatan Yang Baik & Cara Membuatnya | Bambang Irawan | 100% based on 95669 ratings. 289 user reviews.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel